8. AMALIYAH DI RAUDHOH


DOA SEBELUM MEMASUKI RAUDHOH

 بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ ، رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لىِ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطاَناً نَصِيْراً , أَللَّـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ , وَاغْفِرْ لىِ ذُنُوْبِى وَافْتَحْ لىِ أَبْواَبَ رَحْمَـِكَ وَأَدْخِلْنِى فِيْهاَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . 

Artinya: "Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. Ya Allah masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar, dan keluarkanlah pu la aku dengan cara keluar yang be nar, dan be ri kanlah padaku dari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong. Ya Allah limpahkanlah rah mat ke pada junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Ampunilah dosaku, bukalah pintu rahmat-Mu bagiku dan masukkanlah aku ke dalamnya, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."


Ketika memasuki Raudhoh, pada umumnya jamaah Umroh atau Haji hanya diberikan waktu sebentar saja karena beganti-gantian dengan banyak orang dari seluruh dunia. Oleh sebab itu, ketika sudah masuk dianjurkan untuk segera mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad, Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khottob dengan salam yang ringkas saja lalu mengerjakan sholat wajib atau sholat sunnah. Apabila jama'ah Umroh atau Haji mendapati waktu yang luas di Raudhoh maka dianjurkan untuk membaca salam pada nabi serta para sahabat dan membaca doa raudhoh dengan sempurna sebagaimana yang akan disebutkan 


SALAM KEPADA NABI

السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خِيَرَةَ اللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خَيْرَ اْلخَلَائِقِ أَجْمَعِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَهْلِ بَيْتِكَ وَأَزْوَاجِكَ وَأَصْحَابِكَ أَجْمَعِيْنَ، اَلسَّلَام ُعَلَيْكَ وَعَلَى سَائِرِ النَّبِيِّيْنَ وَجَمِيْع عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. جَزَاك َاللهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ عَنَّا أَفْضَلَ مَا جَزَى نَبِيًّا وَرَسُوْلًا عَنْ أُمَّتِهِ، وَصَلَّى عَلَيْكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ ذَاكِرٌ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ غَافِلٌ، أَفضَلَ وَأَكْمَلَ مَا صَلَّى عَلَى أَحَدٍ مِنَ اْلخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّكَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَخِيَرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّكَ بَلَّغْتَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّيْتَ الَأمانَةَ وَنَصَحْتَ اْلأُمَّةَ وَجَاهَدْتَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ.

Artinya: "Semoga salam kesejahteraan Allah limpahkan kepadamu wahai utusan Allah, wahai nabi Allah, wahai makhluk pilihan Allah, wahai kekasih Allah, wahai pimpinan para Rasul dan penutup para nabi, wahai sebaik-baiknya makhluk. Semoga salam kesejahteraan Allah limpahkan kepadamu, keluargamu, ahli baitmu, istri-istrimu, dan sahabat-sahabatmu semuanya. Semoga salam kesejahteraan Allah limpahkan kepadamu, seluruh para nabi, dan hamba-hamba Allah yang shalih. semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepadamu dari kamu wahai utusan Allah dengan sebaik-baiknya balasan kebaikan yang Allah sampaikan kepada mereka dari ummat mereka. Semoga limpahan rahmat disertai ta'dzim senantiasa Allah berikan kepadamu setiap kali orang yang ingat mengingatmu dan setiap kali orang yang lalai melupakanmu, semoga Allah curahkan rahmat kepadamu dengan setinggi-tingginya dan paling sempurnanya rahmat yang Allah berikan kepada makhluknya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah saja, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalah hamba Allah, utusan Allah, makhluk pilihan Allah dari berbagai ciptaannya, dan Aku pun bersaksi bahwa sesungguhnya engkau telah menyampaikan risalah, telah menunaikan amanah, menasehati ummat, dan berjuang disisi Allah dengan sebenar-benarnya jihad.


SALAM KEPADA ABU BAKAR SIDDIQ

اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ يَا خَلِیْفَةَ رَسُوْلِ اللهِ اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ يَا صَاحِبَ رَسُوْلِ اللهِ فِى الْغَارِ . اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ يَا مَنْ أَنْفَقَ مَا لَهُ كُلَّهُ فِيْ حُبِّ اللهِ وَحُبِّ رَسُوْلِهِ جَزَاكَ الله عَن أُمَّةِ رَسُوْلِ اللهِ خَیْرَالْجَزَآءِ . وَلَقَدْ خَلَفْتَ رَسُوْل اللهِ أ حْسَنَ الْخَلَفِ وَسَلَكْتَ طَرِيْقَهُ وَمِنْھَاجَهُ خَیْرَ سُلُوْكٍ وَنَصَرْتَ اْلإِسْلاَمَ وَوَصَلْتَ اْلأرَْحَامَ وَلَمْ تَزَلْ قَائِماً بِالْحَقِّ حَتَّى أَتَاكَ الْیَقِیْنُ فَالسَّلاَمُ عَلَیْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Artinya : “Salam sejahtera padamu wahai khalifah Rasulullah `, salam sejahtera padamu wahai teman Rasulullah ` dalam gua, salam sejahtera wahai orang yang mendermakan semua hartanya karena cinta kepada Allāh dan Rasul-Nya. Semoga Allāh membalas dengan sebaik-baiknya balasan dari umat Rasulullah ` dan sesungguhnya Engkau telah menggantikan Rasulullah ` sebagai khalifah yang baik dan engkau telah menempuh jalan dan jejaknya dengan sebaik-baiknya, engkau telah membela Islam, engkau telah menghubungkan silaturahmi dan engkau senantiasa menegakkan kebenaran sampai akhir ḥayat. Selamat sejahtera padamu dan raḥmat serta berkat Allāh juga untukmu.”


SALAM KEPADA UMAR BIN KHOTTOB

اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ يَا مُظْھِرَ اْلإِ سْلاَ مِ . اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ يَا فَارُوْقُ اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ يَا مَنْ نَطَقَتْ بِالصَّوَابِ وَكَفَلْتَ اْلأيَْتَامَ وَوَصَلْتَ اْلأرَْحَامَ وَقَوِيَ بِكَ اْلإِسْلاَمُ اَلسَّلاَمُ عَلَیْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ.

Artinya : “Salam sejahtera padamu wahai penyebar Islam. Salam sejahtera padamu wahai orang yang tegas memisahkan yang benar dan yang salah. Salam sejahtera wahai orang yang senantiasa berkata dengan benar, engkau telah menjamin anak yatim, engkau telah menghubungkan silaturahmi dan denganmu-lah Islam telah teguh dan kuat. Salam sejahtera dan raḥmat Allāh juga padamu.”


SHALAT DUA RAKA'AT

Ketika sudah memasuki area Raudhoh, disunnahkan untuk mengerjakan sholat baik sholat wajib maupun sholat sunnah di raudhoh. Namun, bila masih memiliki tanggungan sholat wajib seperti qodho sholat lima waktu maka diwajibkan untuk mengerjakan sholat qodho terlebih dahulu baru dapat melaksanakan sholat sunnah. Sholat sunnah yang dilaksanakan bisa berupa sholat sunnah mutlak dengan niat didalam hati ketika takbir i'rob "aku berniat sholat sunnah mutlak karena allah ta'ala", bisa pula sholat sunnah tahiyat masjid dengan niat "aku berniat sholat sunnah tahiyat masjid karena allah ta'ala", dan bisa pula sholat sunnah lainnya.


DOA KETIKA DI RAUDHOH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيم وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَجْدَادِي وَجَدَّاتِيْ وَأَقَارِبِيْ وَإِخْوَانِيْ وَمَشَايِخِي وَلِجَمِيعِ المُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قَدْ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّابًا رَحِيمًا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُشَفِّعَ فِيَّ نَبِيَّكَ وَرَسُوْلَكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ وَأَنْ تُوْجِبَ الْمَغْفِرَةَ كَمَا أَوْجَبْتَهَا لِمَنْ جَاءَهُ فِي حَيَاتِهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ أَوَّلَ الشَّافِعِيْنَ وَأَنْجَحَ السَّائِلِيْنَ وَأَكْرَمَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِيْنَ بِمَنَّكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلَاً وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَعِلْمًا نَافِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَحَلَالاً طَيِّبًا وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبُوْلاً وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. اللَّهُمَّ اشْرَحْ صُدُوْرَنَا وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا وَامِنْ خَوْفْنَا وَاخْتِمُ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا وَتَقَبَّلْ زِيَارَتَنَا وَرُدَّنَا مِنْ غُرْبَتِنَا إِلَى أَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا سَالِمِيْنَ غَانِمِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ مِنَ الَّذِينَ لأخَوفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوهاب. رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النار. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّة عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَلَمِيْنَ

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara seka/ian a/am. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya don sepadan dengan tamhahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang layak bagi keluhuran-Mu don keagungan kekuasaan-Mu. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga don sahabat­ sahabatnya semua. Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, kakek don nenekku, semua kerabatku, saudara-saudaraku don guru-guruku, sekalian orang-orang mukmin don mukminat, juga muslimin don muslimat baik yang masih idup maupun yang telah mati dengan limpahan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Ya Allah, Engkau telah berfirman dan firman­ Mu adalah benar. Dan sungguh sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, don Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. Ya Allah aku mohon kepada-Mu, agar memberikan kewenangan syafaat kepada Nabi don Rasul-Mu untukku pada hari dimana harta benda don anak-anak tidak dapat memberikan pertolongan, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih. Berilah kepastian ampunan untukku sebagaimana Engkau telah memastikan memberi ampunan bagi orang yang datang kepada Rasul di waktu hidupnya. Ya Allah, jadikanlah Nabi Muhammad SAW orang pertama memberi syafaat, paling terkabul permohonannya don paling mulia diantara orang-orang terdahulu dan yang {datang) kemudian dengan anugrah dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keimanan yang sempurna, keyakinan yang benar, sehingga aku dapat mengetahui bahwa tiada sesuatu bencana yang menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan kepadaku. Aku memohon ilmu yang bermanfaat, hati yang khusuk, lidah yang berzikir, rezeki yang melimpah, halal dan baik, amal saleh yang diterima, serta perniagaan yang tidak rugi. Ya Allah, lapangkanlah dada kami, tutuplah keburukan kami, ampunilah dosa kami, tenangkanlah hati kami dari ketakutan, sudahilah amalan kami dengan ke bajikan, terimalah ziarah kami ini, kembalikan kami dari kepergian ini kepada keluarga dan anak­ anak kami dengan selamat dan sejahtera beroleh pahala dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang shaleh, yaitu orang-orang yang tidak merasa takut dan tidak pula bersedih hati. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, don karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhanku, jadikanlah aku don anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku don kedua ibu bapakku don semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan pada hari (kiamat), Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia don kebaikan di akhirat dan lindungi/ah kami dari azab neraka. Maha Suci engkau, Tuhan Yang Maha perkasa dari sifat yang mereka katakan dan selamat sejahtera bagi para Rasul dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,"